Minggu, 29 Juni 2014

Mengeluh adalah bukan sebuah dosa

Saya yang berlebihan atau hati ini yang terlalu lemah?

Kadang ia tidak mengerti apa yang saya rasain.
Kadang ia tidak sepaham dengan apa yang saya pahami.
Kadang ia tidak se-pengalaman dengan apa yang saya alami.
Kadang ia tidak seperti apa yang saya ingini.
Sebaliknya, mungkin saya juga seperti itu, banyak yang saya tidak mengerti tentang paham soal dirinya.

Namun tidakkah saya bersyukur dengan apa yang ia semua lakukan selama ini? selama dengan saya atau perjuangan ia untuk saya hingga samapai detik ini menjadi kita.

Dia pernah bilang kalau saya tidak peka. Tapi di dalam hatipun saya juga menganggapnya dia tidak peka, namun lagi-lagi yang saya lakukan hanya diam, seperti tidak ada keberanian untuk mengeluh dan mengatakan langsung.
Saya hanya memperlihatkan bahwa saya selalu dalam keadaan baik-baik saja.

Hidup ini rumit untuk orang yang memendam perasaannya, entah dengan alasan apapun. Alasanku untuk memendam perasaan ini adalah agar kau tidak merasa punya beban untuk membalasnya, untuk itulah aku tidak mengungkapkannya dan bersikap biasa saja — Falen

Beberapa hari ini saya merasa begitu banyak sekali kesalahan yang saya buat, dan mungkin baginya (lagi-lagi) saya menyebalkan. Dan beberapa hari ini demikian menjadi sebuah pikiran yang amat sangat, menjadikan sebuah renungan saya di dalam kamar, hingga menjadilah tulisan seperti ini. Namun saya tidak mendapatkan hasil dari jawaban atas semua pertanyaan-pertanyaan yang hadir. Entahlah~

Kadang melalui tulisan, saya bisa jadi mengerti diri saya sendiri. Kadang juga melalui tulisan saya bisa mengkhayal-khayal luas—walau hanya dari sederetan huruf-huruf.

Tapi apakah dia pernah berfikir bahwa saya juga punya keluhan? Apakah dia merasa begitu banyak keluhan kepadanya walau saya masih tetap dalam sebuah diam.

Bagaimana jika seorang yang kamu sayangi masih membahas hal masa lalu walau hanya dalam sebuah  percakapan canda? Sempat hati ini bergejolak tapi saya fikir, ah sudahlah hanya masa lalu, yang kini ia bersama saya kok~
Yang selalu saya ingat, dia pernah mengatakan "berhubungan baik kepada seorang di masa lalu adalah pendewasaan". Saya fikir itu hal benar. Tapi sudahlah... Aku tidak mau egois. I mean, come on, siapa manusia yang tidak punya masa lalu.

Mengalah saja bila lelah menjelaskan. Lain waktu, saat dia menyadari dirinyalah yang bersalah, maka penyesalan itu akan membuatnya belajar — Fa

Saya hanya ingin mengeluh, Karena menurut saya keluh-kesah adalah bukan sebuah dosa. Karena terkadang kita pun perlu di dengar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar