Ketika aku sudah dekat dengan sebuah titik cerah sang cahaya dan hanya tinggal sekali langkah untuk bisa menggapai sang cahayanya, aku bersikap diam dan entah kenapa alasannya.
Aku memilih untuk mundur agar tidak mendekati titik cahaya itu, hanya sekedar sebuah fikiran yang lewat pada saat itu bahwa ketika aku sampai di titik cahaya tersebut, cahaya itu akan meredup. Sekilas ketakutan fikiranku seperti itu.
Sudah jauh hari aku punya rencana liburanku yang aku tunggu-tunggu di kotamu; bisa bertemu denganmu dan berkenal baik hingga akhirnya kita berteman! ya.. hanya sesederhana itu bukan?
Mungkin kunjunganku ke kotamu akan lebih terkesan bermakna sekali bagiku, jikalau ini terjadi.. hanya saja aku tetap diam disini hingga akhirnya penyesalan datang ketika aku sudah kembali dikotaku sendiri..
Tapi siapalah aku?...
Aku hanya beribu daun berjatuhan yang hanya biasa kamu lihat di teras halaman depan rumah. Dari beribu daun yang berjatuhan di terasmu hanya satu yang bisa menarik perhatianmu. Mungkin bukan aku 'daun yang kamu maksud'
Ini pernyesalanku ketika aku hanya diam saja saat aku berada hampir di titik cahaya terangmu.
*Ps : Your admirer, mr. I :p
BalasHapusbaca aja lo, Sel! :D
BalasHapus